Dalam rangkaian gelaran Inayes Goes To School yang di gelar pada Kamis (1/9/2022) dengan kegiatan edukasi dan sosialisasi Etika Bersosial Media dan Adiksi Game Online bagi kalangan pelajar di SMAN 2 Jakarta. Ketua Departemen Perlindungan Anak INAYES yang juga Putri Indonesia Jambi 2019, Offie Dwi Natalia menyampaikan, Indonesia adalah salah satu negara dengan jumlah pengguna sosial medianya terbanyak di dunia.
“Usia remaja termasuk didalamnya. Rata-rata mereka menghabiskan waktu lebih dari 3 jam untuk mengakses media sosial dalam sehari,” katanya.
Ia menjelaskan, batas dari pemakaian tersebut, melebihi batas dari maksimal yang disarankan yaitu lebih dari 2 jam saja. “Pengaruh buruk dari sosial media adalah berkurangnya waktu tidur. Proses belajar jadi terganggu dan kecenderungan untuk berkomentar negatif,” jelasnya.
Wanita kelahiran Jambi, 25 desember 1993 ini menambahkan, pengaruh psikis, seperti tingginya jiwa kompetitif yang tidak sehat karena selalu membanding-bandingkan dirinya dengan teman melalui postingan di media sosial.
“Hal ini berdampak negatif yang akan menimbulkan sifat percaya diri, minder, dan kurangnya interaksi sosial. Karena dia merasa malu untuk bertemu melalui fisik dengan orang orang sekitar,” ujarnya.
Kebiasaan yang buruk ini, jika dilakukan secara terus menerus, akan menciptakan pribadi introvert dan psycho. “Yakni seperti karena kehilangan keceriaan mereka di masa masa remaja yang rentan pengaruh buruk lingkungan sekitar,” jelasnya.
offie juga menyatakan, keberadaan sosial media seperti dua sisi mata pisau. Jika digunakan dengan baik akan sangat membantu, tetapi jika digunakan sebaliknya akan menjebak remaja itu dalam depresi berkepanjangan.
Jika digunakan secara bijak, sosial media akan jadi ruang untuk mengekspresikan pendapat, ide, dukungan, dan pembentukan komunitas yang dapat memberikan informasi positif yang membantu dalam proses belajar.
“Tujuan positif ini, dapat terwujud ketika kita bisa gunakan etika etika seperti berkomunikasi secara jujur dan terbuka. Share informasi yang berguna dan bermanfaat untuk orang lain, Bangun hubungan yang baik supaya mendapat kepercayaan dalam bersosial media,” ujar wanita lulusan program Magister Psikologi universitas Tarumanegara ini
.